Sanggau, ZONA Kalbar – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, memicu banjir bandang dan tanah longsor di Desa Nekan, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Sedikitnya 10 rumah warga dilaporkan terdampak longsor di dua dusun.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari perangkat desa dan masyarakat, lima rumah terdampak berada di Dusun Nekan dan lima lainnya di Dusun Grama Jaya 2. Pendataan tingkat kerusakan bangunan masih berlangsung.
Merespons bencana tersebut, Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring bersama sejumlah personel langsung mendatangi lokasi untuk membantu proses evakuasi warga. Prioritas utama petugas adalah memastikan masyarakat yang berada di kawasan rawan segera berpindah ke tempat yang lebih aman.
Di lokasi kejadian, polisi juga memberikan imbauan kepada warga agar tidak bertahan di rumah yang berada di sekitar titik longsor maupun kawasan yang berpotensi terdampak banjir susulan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila terjadi pergerakan tanah atau kenaikan debit air.
Polsek Entikong turut berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Entikong dan Pemerintah Desa Nekan untuk mempercepat penanganan bencana. Personel kepolisian disiagakan di sejumlah titik terdampak guna membantu warga yang membutuhkan pertolongan sekaligus memantau perkembangan situasi.
Selain evakuasi, petugas bersama perangkat desa melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan. Data tersebut akan menjadi dasar koordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan dan kebutuhan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas dalam menghadapi bencana tersebut. Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan potensi bahaya, mengingat kondisi cuaca masih perlu diwaspadai.
“Kami mengutamakan keselamatan masyarakat. Personel sudah kami arahkan untuk membantu evakuasi, memantau titik-titik terdampak, serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Kami juga mengingatkan warga agar tidak mengambil risiko dengan tetap berada di rumah atau lokasi yang kondisinya masih rawan,” kata Donny.
Menurut dia, warga yang berada di kawasan berisiko harus segera mengungsi apabila kondisi dinilai membahayakan. Keselamatan jiwa, kata dia, harus lebih diutamakan daripada menyelamatkan harta benda.
Hingga laporan sementara diterima, belum ada informasi mengenai korban jiwa. Namun, kerusakan sejumlah rumah akibat longsor dan potensi bencana susulan masih menjadi perhatian petugas.
Desa Nekan merupakan salah satu wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan ketika hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Masyarakat diminta saling membantu dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, kenaikan air, maupun kondisi lain yang berpotensi mengancam keselamatan.
Polsek Entikong menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk mendukung penanganan bencana serta memastikan kondisi masyarakat terdampak tetap terpantau.
(Butun)





