Sanggau, ZONA Kalbar.id — Seorang warga Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, tewas setelah tertimpa pohon tumbang saat angin puting beliung melanda Dusun Pulau Mpoh, Desa Gunam, Kamis, (20/11). Korban, Mardiyanto, 31 tahun, sempat mendapat perawatan intensif sebelum akhirnya meninggal dunia di RS Mitra Medika Pontianak pada Jumat (21/11) pagi.
Informasi resmi diterima Polsek Parindu pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIB. Korban yang berasal dari Dusun Wonosari, Desa Suka Mulya, saat itu sedang mengecek instalasi listrik di rumah milik Palansius Alex, 27 tahun, setelah mendapat laporan gangguan listrik dari pemilik rumah.
Menurut saksi, David Indrayanto, hujan deras disertai angin kencang terjadi saat mereka melakukan pengecekan. Ketika korban berada di bagian dapur memeriksa pitingan lampu, sebuah pohon besar di samping rumah tumbang dan menimpa bangunan dapur, menghimpit tubuh korban.
David dan Alex berupaya mengevakuasi korban lalu membawanya ke RSUD Sanggau. Orang tua korban, Ahmadi, 59 tahun, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan tulang ekor korban bergeser parah dan kaki kiri mengalami keretakan. Kondisi itu membuat korban dirujuk ke RS Mitra Medika Pontianak pada pukul 02.00 WIB.
Korban tiba di Pontianak sekitar pukul 06.00 WIB namun dinyatakan meninggal dunia sesaat kemudian. Keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah akibat cuaca ekstrem.
Peristiwa tersebut juga menyebabkan kerusakan berat pada dapur rumah Alex. Kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. Aparat Polsek Parindu memastikan situasi di lokasi kejadian aman serta telah melakukan pendataan, pengamanan area, dan koordinasi lanjutan bersama pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat.
Kapolsek Parindu, Ipda N. Ling, menyampaikan belasungkawa dan mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya saudara Mardiyanto. Kejadian ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat cuaca ekstrem. Segera laporkan bila ada pohon rapuh atau kondisi lingkungan yang dapat membahayakan,” ujarnya.
Ia menegaskan kepolisian bersinergi dengan pemerintah kecamatan untuk memastikan keselamatan warga selama periode angin kencang dan hujan intensitas tinggi. (Butun)








