Sanggau, ZONA Kalbar.id — Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat menyusul jebolnya jembatan di Dusun Engkayuk, Desa Maringin Jaya, Kecamatan Parindu. Akses penghubung Bodok–Bonti itu dipastikan akan ditutup sementara guna proses penanganan darurat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Sanggau, Rosihan Ardi, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) untuk melakukan pengecekan lokasi dan penanganan awal.
“Hari ini kami sudah minta tim UPTJJ meninjau ke lapangan untuk melakukan penanganan,” ujar Rosihan kepada wartawan, Senin, 10 Februari 2025.
Selain perbaikan, pemerintah daerah juga menyiapkan jalur alternatif yang dapat digunakan warga selama proses penanganan berlangsung.
“Jembatan Engkayuk akan kita tutup sementara. Ada dua jalan alternatif yang disiapkan, dan kami akan koordinasikan terlebih dahulu dengan aparat desa setempat,” kata Rosihan yang akrab disapa Oos.
Ia mengimbau masyarakat, terutama pengendara angkutan barang, untuk mengurangi tonase selama masa perbaikan demi menjaga kelancaran dan keamanan akses.
“Mohon kerja sama masyarakat untuk bersabar dan tidak membawa muatan berlebih,” ucapnya.
Jembatan yang dikerjakan pada tahun 2023 itu jebol diduga akibat kendaraan dengan beban berlebih yang melintas, sehingga mempercepat kerusakan konstruksi.
Harapan serupa disampaikan anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Jumadi. Ia menyebut kelebihan beban kendaraan menjadi faktor utama kerusakan jembatan yang belum genap dua tahun digunakan tersebut.
“Jembatan ini baru selesai dibangun, namun sudah dilalui kendaraan bermuatan di atas kapasitas. Kami minta semua pihak bekerja sama, gunakan jalur alternatif selama perbaikan,” kata Jumadi.
Pemerintah daerah memastikan penanganan jembatan akan dilakukan secepatnya agar konektivitas warga tidak terganggu lebih lama. (Burhan)








