Polisi Gencar Sosialisasi, Tapi PETI di Sekayam Masih Bayang-bayang?

Gambar Gravatar

Polsek Sekayam kembali turun ke lapangan untuk mengedukasi warga soal bahaya tambang emas ilegal, namun pertanyaan mengemuka: apakah langkah preventif cukup tanpa penindakan tegas?

SANGGAU, ZONA Kalbar.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Sekayam kembali bergerak menggelar sosialisasi terkait bahaya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan aliran Sungai Sekayam. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah kerusakan ekosistem akibat praktik tambang ilegal yang terus menghantui wilayah perbatasan.

Bacaan Lainnya

Pada Minggu, 4 Mei 2024, Bhabinkamtibmas Desa Pengadang, Bripka Mangun Suwarno, turun langsung menyambangi warga di Dusun Munyau, Desa Pengadang. Kegiatan door to door itu menyasar komunitas yang bermukim dekat bantaran Sungai Sekayam, lokasi yang kerap disebut-sebut rawan menjadi titik aktivitas PETI.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak tergiur terlibat dalam penambangan ilegal. Laporkan jika melihat aktivitas mencurigakan. Lingkungan ini tanggung jawab kita bersama,” ujar Bripka Mangun.

Meski belum ditemukan aktivitas PETI secara kasat mata di wilayah Kecamatan Sekayam, pihak kepolisian menegaskan pentingnya pendekatan preventif. Kapolsek Sekayam, Iptu Junaifi, S.H., menyatakan bahwa pihaknya lebih mengedepankan edukasi sebagai strategi awal sebelum mengambil langkah hukum.

“Kami tetap akan menindak tegas pelaku PETI. Tapi upaya pencegahan adalah jalan utama. Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga kesadaran kolektif,” tegasnya.

Namun demikian, langkah ini menuai pertanyaan dari sejumlah pengamat lingkungan dan warga sekitar. Sejauh mana efektivitas sosialisasi bisa menekan PETI, jika di lapangan tidak ada langkah represif yang nyata? Apalagi, sejarah panjang aktivitas tambang ilegal di Kalbar menunjukkan bahwa sosialisasi kerap menjadi rutinitas tahunan tanpa diikuti penegakan hukum yang konsisten.

Beberapa warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa keberadaan PETI bisa saja muncul kembali, karena masih adanya permintaan emas dan minimnya pengawasan di titik-titik tersembunyi.

“Sosialisasi itu bagus, tapi selama tidak ada yang ditangkap atau ditindak, PETI akan tetap cari celah,” ujar salah satu warga di sekitar Sungai Sekayam.

Polsek Sekayam menyatakan akan terus melakukan pemantauan berkala dan memperluas cakupan edukasi ke wilayah rawan lainnya. Namun publik menanti aksi yang lebih dari sekadar imbauan: penindakan nyata terhadap jaringan PETI yang kerap kali seperti hantu tidak terlihat, tapi nyata terasa dampaknya. (Butun)

Baca Juga: Cegah Tambang Ilegal, Polsek Meliau Gencarkan Sosialisasi Bahaya PETI

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Pos terkait

Iklan ZONA Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar