MEMPAWAH, ZONA Kalbar — Aparat gabungan melakukan inspeksi mendadak di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mempawah, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu, 23 September 2026. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di kamar hunian warga binaan.
Kodim 1201/Mempawah mengerahkan 10 personel untuk mendukung kegiatan yang berlangsung di Rutan Kelas IIB Mempawah, Jalan Daeng Manambon, Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir.
Sidak melibatkan personel Kodim 1201/Mempawah, TNI Angkatan Laut, Polres Mempawah, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mempawah, Imigrasi Mempawah, serta petugas Rutan Kelas IIB Mempawah.
Pemeriksaan diawali dengan apel gabungan. Petugas kemudian menyisir kamar hunian di Blok A Narkoba, Blok B dan C Pidana Umum, serta Blok D Tahanan Wanita.
Dari pemeriksaan tersebut ditemukan 13 caser HP, empat senjata tajam rakitan, kabel listrik, empat korek api, satu obeng, enam potong kuku atau pinset, dua alat cukur, tiga besi plat, tiga besi pipa dan empat sendok.
Petugas tidak menemukan narkoba, alat hisap maupun minuman keras dalam pemeriksaan tersebut.
Selain penggeledahan kamar, petugas melakukan tes urine secara acak terhadap warga binaan dan petugas Rutan. Sebanyak 60 orang menjalani pemeriksaan, terdiri atas 40 warga binaan pria, 10 warga binaan wanita dan 10 petugas Rutan.
Hasil pemeriksaan urine terhadap seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba.
Komandan Kodim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini mengatakan keterlibatan personel TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Mempawah.
“Kodim 1201/Mempawah siap mendukung setiap upaya bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Sinergitas TNI, Polri dan instansi terkait harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini,” kata Ali.
Menurut dia, inspeksi mendadak tersebut tidak hanya bertujuan menemukan barang terlarang, tetapi juga menjadi bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.
“Sidak ini bukan sekadar pemeriksaan, tetapi merupakan langkah deteksi dini dan pencegahan. Yang paling penting adalah menciptakan lingkungan Rutan yang aman dan tertib serta mendukung upaya pemberantasan narkoba dan barang-barang terlarang,” ujarnya.
Ali mengapresiasi keterlibatan lintas instansi dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, kolaborasi diperlukan untuk memperkuat pengawasan dan sistem keamanan di lingkungan pemasyarakatan.
Sidak gabungan tersebut berakhir sekitar pukul 10.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berlangsung aman, tertib dan lancar.
(ril)





