MEMPAWAH, ZONA Kalbar — Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Mempawah mengembangkan aplikasi berbasis Web Geographic Information System (WebGIS) untuk mempermudah masyarakat dan pelaku usaha mengakses informasi tata ruang. Inovasi ini diharapkan membantu warga mengetahui peruntukan lahan sebelum membangun hunian maupun mengembangkan usaha.
Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Mempawah, Iman Malvina Yusuf Putra, mengatakan aplikasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kesulitan masyarakat dalam memperoleh informasi mengenai ketentuan tata ruang di lokasi tertentu.
Menurut dia, akses terhadap informasi tata ruang selama ini belum sepenuhnya mudah dijangkau dan dipahami masyarakat. Akibatnya, warga maupun pelaku usaha kerap menghadapi kendala ketika hendak mengetahui gambaran awal mengenai peruntukan suatu bidang tanah.
“Layanan informasi ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam merencanakan pemanfaatan tanah, baik untuk hunian, usaha maupun kegiatan lainnya,” kata Iman, Rabu (28/10/2026).
Aplikasi WebGIS tersebut dirancang sebagai layanan informasi satu pintu dengan dua fitur utama. Fitur pertama berupa peta spasial yang memungkinkan pengguna menelusuri informasi lokasi, data tata ruang, serta informasi tematik lainnya.
Fitur kedua berupa layanan chatbot melalui aplikasi WhatsApp. Fitur ini menyediakan panduan interaktif melalui pilihan menu sehingga pengguna dapat mencari informasi sesuai kebutuhan tanpa harus memahami sistem pemetaan digital secara mendalam.
Iman mengatakan pengembangan aplikasi tersebut juga berkaitan dengan dinamika pembangunan di Kabupaten Mempawah. Kehadiran berbagai proyek strategis nasional (PSN) dan perkembangan investasi berpotensi memengaruhi arah pemanfaatan ruang di daerah itu.
Karena itu, kemudahan memperoleh informasi tata ruang dinilai penting agar masyarakat dan pelaku usaha memiliki gambaran awal sebelum mengambil keputusan terkait pemanfaatan lahan.
Ia mengungkapkan, gagasan pengembangan aplikasi tersebut telah dipresentasikan kepada sejumlah pemangku kepentingan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah, termasuk bupati, sekretaris daerah, dan kepala dinas yang membidangi pekerjaan umum dan penataan ruang.
Menurut Iman, pihak-pihak tersebut memberikan dukungan karena melihat potensi aplikasi dalam membantu masyarakat mengakses informasi tata ruang.
Meski demikian, aplikasi WebGIS tersebut masih perlu dievaluasi untuk memastikan efektivitas dan manfaatnya bagi pengguna. Pengembangan lebih lanjut juga diperlukan agar informasi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan kebijakan tata ruang.
Iman berharap aplikasi itu dapat diterima masyarakat dan memberikan manfaat nyata, terutama bagi warga yang membutuhkan informasi awal sebelum memanfaatkan tanah untuk berbagai keperluan.
Jika penerapannya dinilai efektif, ia membuka peluang agar inovasi tersebut dikembangkan lebih luas, termasuk untuk diterapkan di kabupaten dan kota lain di Kalimantan Barat.
“Kalau lebih banyak keunggulan dan manfaatnya bagi masyarakat, insyaallah aplikasi ini bisa diterapkan secara lebih baik,” ujarnya.
Pengembangan WebGIS ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses informasi pertanahan dan tata ruang. Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada kemutakhiran data, kemudahan penggunaan, serta kejelasan informasi yang dapat diakses masyarakat.
(ril)





