SANGGAU, ZONA Kalbar — Festival Budaya Paradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII tak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi leluhur. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Istana Surya Negara, Kabupaten Sanggau, itu juga dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk sekaligus meningkatkan penjualan.
Ribuan pengunjung memadati kawasan festival pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kehadiran pengunjung menjadi peluang bagi pelaku UMKM yang membuka stan untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat.
Festival tersebut dibuka Bupati Sanggau Yohanes Ontot pada Rabu, 7 Oktober 2026. Selain menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Salah satu pelaku UMKM, Weni, mengatakan festival tersebut memberikan ruang promosi yang bermanfaat bagi usaha lokal. Menurut dia, kegiatan yang mendatangkan banyak pengunjung membuka peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.
“Kami sangat terbantu dengan adanya Festival Budaya Paradje’ Pesaka Negeri Sanggau ini. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat dan pengunjung,” kata Weni, Sabtu (10/10/2026).
Ia berharap festival tersebut terus digelar setiap tahun agar pelaku usaha lokal mendapatkan kesempatan promosi yang berkelanjutan.
“Kami berharap festival ini terus dilaksanakan setiap tahun agar UMKM lokal semakin berkembang dan pendapatan pelaku usaha meningkat,” ujarnya.
Ketua Panitia, Najori, mengatakan festival tersebut menjadi salah satu upaya mempertahankan tradisi leluhur agar tetap hidup dan dikenal generasi muda. Namun, menurut dia, manfaat kegiatan tidak hanya terbatas pada pelestarian budaya.
Najori berharap festival juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah, termasuk melalui penjualan produk UMKM.
“Melalui festival ini, kami berharap budaya daerah tetap lestari dan semakin dikenal masyarakat luas. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Najori.
Keterlibatan pelaku usaha dalam festival budaya dinilai dapat mempertemukan produk lokal dengan calon konsumen yang lebih luas. Meski demikian, dampak ekonomi yang berkelanjutan juga bergantung pada kemampuan pelaku UMKM mempertahankan kualitas produk, mengembangkan pemasaran, dan menjangkau pasar setelah kegiatan berakhir.
Festival Budaya Paradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga. Dukungan pemerintah daerah, panitia, dan masyarakat menjadi bagian penting agar kegiatan budaya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian Kabupaten Sanggau.
Dengan demikian, pelestarian tradisi dan pengembangan UMKM dapat berjalan beriringan, menjadikan festival bukan sekadar perayaan budaya, melainkan juga kesempatan bagi usaha lokal untuk tumbuh.
(Butun)





