SANGGAU, ZONA Kalbar – Bupati Sanggau Yohanes Ontot meminta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) memperkuat fungsi deteksi dini terhadap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang berpotensi memicu konflik di masyarakat.
Ontot mengatakan potensi konflik biasanya tidak muncul secara tiba-tiba. Gejala awal, kata dia, dapat terlihat dari berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk ujaran kebencian di media sosial hingga munculnya aliran kepercayaan yang dinilai menyimpang.
“Tugas FKDM itu mendeteksi, membaca potensi konflik dan melakukan pembinaan agar potensi tersebut bisa dicegah lebih awal,” kata Ontot saat mengukuhkan Pengurus FKDM Kabupaten Sanggau periode 2026–2030 di Aula Daranante, Kamis, 8 Oktober 2026.
Pengukuhan tersebut dirangkai dengan rapat koordinasi penanganan konflik di Kabupaten Sanggau.
Menurut Ontot, sistem kewaspadaan dini tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan aparat keamanan. FKDM perlu membangun komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, serta unsur masyarakat lainnya untuk mengetahui persoalan yang berkembang di tingkat bawah.
“Konflik tidak datang tiba-tiba. Pasti ada gejala awal,” ujarnya.
Ontot juga meminta keberadaan FKDM diperkuat hingga tingkat kecamatan. Ia meminta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sanggau menyiapkan dukungan anggaran apabila aturan memungkinkan pembentukan FKDM di tingkat kecamatan.
“Jika ada aturan yang membolehkan, saya minta Kepala Badan Kesbangpol bantu dianggarkan dan segera bentuk FKDM sampai tingkat kecamatan,” katanya.
Ia mengatakan penguatan kewaspadaan dini diperlukan meski kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sanggau saat ini relatif kondusif. Salah satu agenda yang perlu diantisipasi adalah pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 2027.
“Di sinilah peran FKDM. Meskipun kondisi Sanggau saat ini kondusif, tetapi potensi kerawanan tetap ada, apalagi kita akan segera menghadapi Pilkades serentak tahun 2027,” kata Ontot.
Ontot mengingatkan pengurus FKDM agar menjaga netralitas dalam menjalankan tugas. Menurut dia, FKDM harus mampu bekerja secara objektif dan tidak berpihak kepada kelompok tertentu agar tetap mendapat kepercayaan masyarakat.
Ia juga meminta setiap indikasi konflik dilaporkan secara cepat kepada pihak terkait.
“Laporkan cepat jika menemukan adanya gejala konflik. Kepada para camat saya tegaskan segera bentuk dan aktifkan lagi FKDM kecamatan,” ujarnya.
Pengukuhan pengurus FKDM tersebut dihadiri Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Provinsi Kalbar Fanny Mevyanto, Wakil Ketua FKDM Provinsi Kalbar Jakius Sinyor, Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf. Nurrachman Gindha Dradhizya, Kasat Intelkam Polres Sanggau AKP Suprianto, Korwil BIN Sanggau yang mewakili Kabinda Kalbar Seven Gogo, Pasi Intel Yonif TP 833/BD Hendrik Purna Irawan, perwakilan instansi vertikal, para camat se-Kabupaten Sanggau, serta sejumlah tokoh organisasi masyarakat.
(Butun)





