Breaking News

Pontianak

Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM Tuai Kecaman, Ini Tanggapan Pengasuh Al Anshor Pontianak

badge-check

Pernyataan Mantan Ketua BEM UGM Tuai Kecaman, Ini Tanggapan Pengasuh Al Anshor Pontianak Perbesar

Pontianak, ZONA Kalbar.id – Pengasuh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Anshor Pontianak, Akhmad Ali Baidhowi, Senin (15/6/2026) menyampaikan kecaman terhadap pernyataan yang dilontarkan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, yang dinilai mengandung unsur penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Menurut Akhmad Ali Baidhowi, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, kritik tersebut semestinya disampaikan dengan tetap mengedepankan etika, adab, serta nilai-nilai moral yang mencerminkan karakter seorang intelektual.

“Saya menyesalkan adanya penyampaian kritik yang menggunakan istilah atau ungkapan yang berpotensi merendahkan martabat seseorang. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi budaya ketimuran, kritik hendaknya disampaikan secara santun, objektif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menilai penggunaan istilah yang dikaitkan dengan nama Presiden dalam konteks candaan atau ejekan tidak mencerminkan akhlak mulia dan jauh dari nilai-nilai pendidikan yang seharusnya dijunjung oleh kalangan akademisi maupun masyarakat luas.

Akhmad Ali Baidhowi menegaskan bahwa perbedaan pandangan terhadap kebijakan pemerintah adalah hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun demikian, kebebasan berpendapat tidak boleh mengabaikan norma kesopanan dan penghormatan terhadap individu.

“Kita semua memiliki hak untuk mengkritik pemerintah maupun pejabat publik. Akan tetapi, kritik harus disampaikan secara konstruktif dan tidak menjurus pada penghinaan atau pelecehan terhadap pribadi seseorang,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak meniru gaya komunikasi yang dinilai tidak mencerminkan etika dan adab dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

Menurutnya, pendidikan karakter, akhlak, dan budaya dialog yang santun harus terus diperkuat agar perbedaan pendapat tidak berkembang menjadi sikap saling merendahkan.

Di akhir pernyataannya, Akhmad Ali Baidhowi berharap seluruh elemen bangsa dapat menjaga persatuan serta mengedepankan sikap saling menghormati demi kemajuan Indonesia.

“Semoga ke depan Indonesia menjadi bangsa yang maju, makmur, sejahtera, dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Perbedaan pandangan hendaknya menjadi sarana untuk membangun negeri, bukan untuk menumbuhkan permusuhan,” ujarnya.

(ril)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

DPRKP Pontianak Tiga Hari Salurkan Air Bersih, Volume Tembus 20 Ribu Liter

19 Sep 2026 - 11:38 WIB

DPRKP Pontianak Tiga Hari Salurkan Air Bersih, Volume Tembus 20 Ribu Liter

Persatuan Melayu Kalbar Siap Dilantik, Persiapan Dimatangkan

18 Sep 2026 - 17:34 WIB

Persatuan Melayu Kalbar Siap Dilantik, Persiapan Dimatangkan

Air PDAM Asin, Ponton Air Tawar Didatangkan ke Nipah Kuning

16 Sep 2026 - 18:53 WIB

Air PDAM Asin, Ponton Air Tawar Didatangkan ke Nipah Kuning

Sabu Hampir 2 Kilogram dan Uang Rp693 Juta Disita, Ini Pengungkapan Polda Kalbar

16 Sep 2026 - 13:37 WIB

Sabu Hampir 2 Kilogram dan Uang Rp693 Juta Disita, Ini Pengungkapan Polda Kalbar

Tim Ad Hoc IKAI Kalbar Dibentuk, Ini Harapan Muhammad Zulfikar

15 Sep 2026 - 12:01 WIB

Tim Ad Hoc IKAI Kalbar Dibentuk, Ini Harapan Muhammad Zulfikar
Trending di Pontianak