SEKADAU, ZONA Kalbar – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau menggelar pelacakan kasus tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Sekadau Hilir, Selasa, 3 November 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Sekadau Hilir tersebut diikuti sekitar 70 peserta. Tim SYNAPS Kemenkes RI diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dan deteksi dini TBC, termasuk menggunakan fasilitas rontgen atau X-Ray.
Sejumlah pejabat dan tenaga kesehatan hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau Hendry Alpius, Sekretaris Camat Sekadau Hilir Yustinus Duskardi, Koordinator Tim SYNAPS Kemenkes RI Wily Hery, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Sekadau Kanisius Bernad, Kepala Puskesmas Sekadau Eko Budianto, serta Kepala Desa Sungai Ringin Sulisnan.
Sekretaris Camat Sekadau Hilir, Yustinus Duskardi, mengapresiasi keterlibatan pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia berharap masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut dengan mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan. Menurut dia, pelacakan TBC dan pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bagian dari upaya mendukung eliminasi TBC sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.
Koordinator Tim SYNAPS Kemenkes RI, Wily Hery, menjelaskan bahwa pemeriksaan TBC dilakukan melalui sejumlah tahapan, termasuk pemeriksaan menggunakan X-Ray untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan pada paru-paru yang mengarah pada TBC.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan rontgen harus memperhatikan keselamatan pasien, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak di bawah usia 15 tahun. Pemeriksaan terhadap kelompok tersebut harus mengikuti indikasi serta prosedur medis yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Hendry Alpius, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua pada November 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Desa Sungai Ringin pada Senin, 2 November 2026.
Hendry juga menyoroti dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi selama beberapa bulan terakhir terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Menurut dia, paparan asap berpotensi meningkatkan gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan gangguan pernapasan, termasuk ISPA,” ujar Hendry.
Ia mengajak masyarakat tidak mengabaikan gejala penyakit dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Hendry juga meminta warga tidak merasa malu untuk menjalani pemeriksaan TBC.
“TBC bukan penyakit yang harus disembunyikan. Saat ini sudah tersedia pengobatan bagi penderita,” katanya.
Selain TBC dan ISPA, Dinas Kesehatan Sekadau turut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai demam berdarah dengue (DBD), terutama memasuki musim penghujan.
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan untuk periode Maret hingga Oktober 2026, tercatat 23 pasien DBD menjalani rawat inap.
Hendry mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah pencegahan, di antaranya pengasapan atau fogging di sekolah-sekolah. Dinas Kesehatan juga menerbitkan surat edaran Bupati kepada para camat dan kepala desa agar meningkatkan kebersihan lingkungan guna mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan oleh Tim SYNAPS Kemenkes RI serta pelayanan Cek Kesehatan Gratis yang melibatkan petugas Puskesmas Sekadau dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap penemuan kasus TBC dapat dilakukan lebih dini, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin luas, serta kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala terus meningkat.
(Dibas)





