Pontianak, ZONA Kalbar.id β Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa menyoroti lemahnya penegakan hukum di Kalimantan Barat, Jumat, (7/11).
Mereka mendesak Kejaksaan Tinggi Kalbar menunjukkan komitmen nyata dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum tanpa pandang bulu.
Aksi dimulai sekitar pukul 13.00 di halaman Kejati Kalbar dengan membawa sejumlah atribut demonstrasi. Massa menuntut transparansi penanganan kasus-kasus dugaan korupsi dan dugaan ketidakadilan hukum yang dinilai βtajam ke bawah, tumpul ke atasβ.
βKami datang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mempertanyakan konsistensi aparat penegak hukum. Kalbar harus adil bagi semua. Jangan sampai hukum tajam kepada rakyat kecil, tetapi tumpul ketika berhadapan dengan kekuasaan,β kata seorang perwakilan mahasiswa dalam orasinya.
Mahasiswa menyoroti dugaan intervensi eksternal yang mempengaruhi proses penegakan hukum. Mereka menuntut Kejati lebih tegas dan transparan dalam setiap proses penyelidikan.
βKeadilan sosial harus berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami tidak ingin hukum dibedakan antara kelas atas dan bawah. Jangan sampai rakyat kecil dihukum berat karena perkara sepele, sementara pelaku kasus besar bebas melenggang,β ujar orator tersebut.
Mahasiswa juga meminta pertemuan langsung dengan pimpinan Kejati. Mereka mempertanyakan alasan dipisahkan pagar pengamanan saat menyampaikan aspirasi.
Menanggapi aksi tersebut, Asisten Intelijen Kejati Kalbar, Yadi Rahmat, menyebut tidak ada penolakan terhadap aspirasi mahasiswa. Ia menyatakan siap berdialog dan menegaskan kinerja penegakan hukum Kejati selama ini terbuka untuk publik.
βKami menyambut setiap aspirasi. Delegasi sudah disampaikan kepada saya dan saya siap menerima rekan-rekan mahasiswa. Ini hanya persoalan miskomunikasi,β ujar Yadi.
Menurutnya, Kejati Kalbar secara rutin menginformasikan perkembangan penanganan perkara melalui media massa dan media sosial.
βSelama ini kami selalu terbuka. Setiap langkah penyelidikan kami sampaikan secara berkala. Mungkin adik-adik mahasiswa belum mengikuti update kami. Kami apresiasi kritik yang disampaikan hari ini untuk perbaikan ke depan,β katanya.
Yadi menegaskan Kejati Kalbar tetap berkomitmen menangani perkara sesuai prosedur, tanpa tekanan pihak manapun.
Sebelum membubarkan diri, mahasiswa menyatakan akan menggelar aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.
βJika Kejati Kalbar tidak merespons poin-poin tuntutan kami, kami akan kembali dengan massa lebih besar,β tegas perwakilan PMII.
Aksi berjalan tertib dengan pengamanan aparat. Tidak ada bentrok antara massa dan pihak Kejati.
Tuntutan mahasiswa dan tanggapan Kejati terkait penegakan hukum di Kalimantan Barat akan terus dipantau ZONA Kalbar.id sebagai bagian dari kontrol publik terhadap institusi negara. (ril)








