SANGGAU, ZONA Kalbar — Jumlah pos pelayanan terpadu (Posyandu) aktif di Kabupaten Sanggau menurun dari 671 unit pada 2025 menjadi 665 unit per September 2026. Bupati Sanggau Yohanes Ontot meminta para camat lebih proaktif membina dan menggerakkan Posyandu di wilayah masing-masing.
Ontot mengatakan, peran camat penting karena sebagian besar kegiatan Posyandu berlangsung di tingkat kecamatan dan desa. Pemerintah kecamatan diharapkan tidak hanya memantau, tetapi juga mendorong agar pelayanan Posyandu tetap berjalan dan menjangkau masyarakat.
“Saya minta para camat lebih proaktif, karena Posyandu ini lebih banyak berada di kecamatan dan desa,” kata Ontot setelah mengikuti evaluasi kegiatan Tim Penggerak (TP) Posyandu di Hotel Garden Place, Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurut Ontot, Posyandu kini memiliki cakupan pelayanan yang lebih luas daripada sekadar layanan kesehatan. Kegiatannya mencakup kebutuhan masyarakat sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil hingga warga lanjut usia.
Pelayanan Posyandu juga berkaitan dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
Karena itu, penguatan Posyandu membutuhkan keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), bukan hanya pemerintah kecamatan. Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal.
Ontot berharap sinergi antara OPD terkait dan pemerintah kecamatan dapat memperkuat peran Posyandu di Kabupaten Sanggau.
Penurunan jumlah Posyandu aktif dari 671 menjadi 665 unit menjadi salah satu catatan yang perlu diperhatikan dalam upaya memperkuat layanan berbasis masyarakat tersebut.
(Butun)





