MEMPAWAH, ZONA Kalbar — Komandan Kodim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini meminta seluruh unsur Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) tetap siaga meski jumlah titik panas atau hotspot di Kabupaten Mempawah mulai menurun.
Ali menyampaikan hal itu dalam rapat evaluasi Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah di Ruang Rapat LLK UKM, Jalan Daeng Manambon, Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir, Selasa malam, 22 September 2026.
Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Mempawah Suryadi Burdadi, Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto, Kepala BPBD Mempawah Aswin AS, serta unsur TNI-Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Manggala Agni, pemadam kebakaran, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Ali mengatakan pengendalian Karhutla sejauh ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Namun, penurunan jumlah hotspot tidak boleh menjadi alasan bagi petugas untuk mengurangi kewaspadaan.
“Hotspot menurun bukan berarti tugas selesai. Kesiapsiagaan harus tetap dijaga, karena kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu,” kata Ali.
Ia meminta seluruh unsur Satgas memperkuat pemantauan dan pelaporan kondisi lapangan secara cepat dan akurat. Kesiapan personel serta sarana dan prasarana penanganan Karhutla juga perlu dipastikan.
Selain penanganan di lapangan, Ali menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran meluas.
Rapat evaluasi itu membahas perkembangan hotspot, kualitas udara, luas lahan terdampak, kendala penanganan, serta prakiraan iklim dan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Hasil evaluasi bersama menyepakati perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Asap akibat Karhutla di Kabupaten Mempawah. Status tersebut diperpanjang mulai 23 September hingga 6 Oktober 2026.
Perpanjangan status dilakukan untuk mengantisipasi perubahan situasi di lapangan sekaligus memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi Karhutla.
(ril)





