Fakta di Balik Lansia Kelaparan Tiga Hari di Rawa Bagun Sanggau

Gambar Gravatar
Oplus_131072

Sanggau, ZONA Kalbar.id — Seorang lanjut usia ditemukan tergeletak lemah di kawasan Rawa Bangun, Jalan Pancasila, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (12/2/2026). Pria bernama Sufa’at itu mengaku tidak makan selama kurang lebih tiga hari sebelum akhirnya dievakuasi aparat kepolisian.

Laporan warga yang melihat kondisi pria tersebut memicu respons cepat dari jajaran Polres Sanggau. Personel piket bersama tim Samapta dan Dokkes mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Saat ditemukan, kondisi Sufa’at tampak lemah dan mengeluhkan sakit.

Bacaan Lainnya

Tanpa dokumen identitas kependudukan, Sufa’at langsung dibawa ke RSUD M.Th. Djaman untuk mendapatkan penanganan medis. Proses evakuasi turut melibatkan Dinas Sosial Kabupaten Sanggau guna memastikan penanganan sosial berjalan paralel dengan perawatan kesehatan.

Kasi Humas Polres Sanggau, Ipda Thomson M. Pakpahan, mengatakan prioritas utama aparat adalah menyelamatkan nyawa. “Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak. Keselamatan yang bersangkutan menjadi yang utama, selanjutnya kami berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.

Data Dinas Sosial menyebutkan, Sufa’at kerap berpindah-pindah tempat tinggal di wilayah Kabupaten Sekadau dan Sanggau. Ia disebut hidup nomaden dan tidak tercatat dalam administrasi kependudukan. Kondisi itu menyulitkan upaya pendataan maupun penanganan jangka panjang.

Informasi yang dihimpun juga menyebutkan, pria tersebut pernah diasuh oleh seorang anak angkat di Kabupaten Sekadau. Namun, kelanjutan hubungan tersebut belum terkonfirmasi. Pada Februari 2025, ia juga sempat ditemukan dalam kondisi terlantar, meski saat itu tidak sedang sakit.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan warga rentan yang luput dari sistem perlindungan sosial. Tanpa identitas resmi, akses terhadap layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga jaminan hidup menjadi terbatas.

Polisi menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga sosial untuk menelusuri kemungkinan keluarga serta solusi penanganan berkelanjutan bagi Sufa’at.

Di tengah sorotan itu, peristiwa di Pasar Rawa Bangun menjadi pengingat bahwa persoalan lansia terlantar bukan semata urusan kemanusiaan sesaat, melainkan tantangan sistemik yang membutuhkan pendataan akurat, pengawasan sosial, dan kolaborasi lintas sektor.

(Butun)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Pos terkait

Iklan ZONA Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *