Pontianak, ZONA Kalbar.id β Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mencatat pengungkapan 813 kasus narkotika sepanjang 2025. Dari penindakan tersebut, polisi menyita barang bukti dengan nilai ekonomi sekitar Rp100,2 miliar dan mengklaim telah mencegah penyalahgunaan narkotika pada 272.114 orang.
Data itu disampaikan Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pipit Rismanto dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolda Kalbar, Rabu, 31 Desember 2025. Menurut Pipit, pengungkapan narkotika masih menjadi salah satu fokus utama penegakan hukum di wilayah Kalbar.
βKasus narkotika masih menjadi ancaman serius. Sepanjang tahun ini, kami menangani 813 perkara dengan berbagai jenis barang bukti,β kata Pipit.
Barang bukti yang diamankan meliputi 214,4 kilogram sabu, 57.590 butir ekstasi, 109,52 gram ganja, 70 butir Happy Five, ganja sintetis 9,5 mililiter 1,13 gram heroin, serta 24 liter minuman beralkohol.
Selain narkotika, Polda Kalbar juga menangani 362 perkara tindak pidana khusus dengan tingkat penyelesaian lebih dari 80 persen. Sementara untuk tindak pidana umum, tercatat 4.144 kasus dengan tingkat penyelesaian perkara di atas 70 persen.
Pipit mengatakan, kepolisian juga mengedepankan pendekatan pencegahan melalui kegiatan pembinaan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan lewat peran Bhabinkamtibmas, sambang desa, serta penyelesaian masalah di tingkat lokal untuk menekan potensi konflik sosial.
Di sisi lain, Polda Kalbar terlibat dalam 113 kegiatan bantuan Search and Rescue (SAR) sepanjang 2025. Operasi tersebut mencakup penanganan kebakaran hutan dan lahan, banjir, kebakaran permukiman, evakuasi korban tenggelam, hingga kejadian darurat lainnya.
Menurut Pipit, kepolisian tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam situasi krisis dan kebencanaan. βPolri harus hadir ketika masyarakat membutuhkan,β ujarnya.
Dalam bidang lain, Polda Kalbar juga terlibat dalam pengamanan aktivitas ekonomi, termasuk distribusi dan produksi pangan. Kepolisian berupaya menjaga stabilitas keamanan agar kegiatan pertanian dan perkebunan berjalan tanpa gangguan.
Sementara itu. Kabid Humas Polda Kalbar Bayu Suseno menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari peran masyarakat dan kerja sama lintas sektor. Ia menilai keterlibatan publik, termasuk media, menjadi faktor penting dalam pengawasan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Konferensi pers akhir tahun ini digunakan Polda Kalbar untuk memaparkan capaian kinerja sekaligus menjadi bahan evaluasi menghadapi tantangan keamanan di tahun berikutnya.
(ril)








