SANGGAU, ZONA Kalbar— Bupati Sanggau Yohanes Ontot menyatakan pemerintah daerah akan terus mendorong pembangunan rumah adat Melayu di sejumlah kecamatan. Ia mengatakan pembangunan tidak harus berhenti di lima kecamatan yang saat ini mengajukan permintaan.
Pernyataan itu disampaikan Yohanes setelah menerima audiensi puluhan ketua dan perwakilan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) dari 15 kecamatan di Kabupaten Sanggau, Jumat, 2 Oktober 2026.
Dalam pertemuan tersebut, MABM meminta pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan rumah adat Melayu di Kecamatan Beduai, Kembayan, Sekayam, Noyan, dan Entikong.
Yohanes mengatakan pemerintah daerah terbuka terhadap usulan tersebut. Namun, pelaksanaannya tetap harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Intinya mereka meminta pemerintah daerah segera mendorong pembangunan rumah adat Melayu di lima kecamatan. Bagi kita, kalau anggarannya memungkinkan, bukan hanya lima, tapi semua kecamatan,” kata Yohanes.
Menurut dia, sejumlah MABM kecamatan telah menyiapkan kepengurusan dan lahan untuk pembangunan. Karena itu, pembangunan dapat dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran.
Yohanes mengatakan pembangunan rumah adat Melayu juga perlu memiliki pola yang seragam. Pemerintah daerah, kata dia, akan lebih mudah mengalokasikan anggaran apabila desain dan ukuran bangunan dibuat dengan prototipe yang sama.
“Jangan nanti Noyan berbeda dengan Sekayam. Buatkan sama. Seperti DAD, besarnya sama, modelnya sama. Kalau berbeda-beda, susah juga kita menganggarkannya,” ujarnya.
Yohanes juga menepis anggapan bahwa pemerintah daerah sengaja menghambat pembangunan rumah adat Melayu.
Ia mengatakan pemerintah justru selama ini berupaya menjaga keseimbangan pembangunan fasilitas adat di tingkat kecamatan.
“Tidak ada maksud lain, apalagi sengaja menghambat pembangunan rumah Melayu,” kata dia.
Dalam audiensi tersebut, MABM juga menyampaikan sejumlah aspirasi lain. Di antaranya permintaan dukungan anggaran untuk MABM kecamatan, pembangunan rumah ibadah, serta perbaikan infrastruktur di lima kecamatan yang dinilai masih mengalami kerusakan.
Ketua MABM Kecamatan Sekayam, Abang Suryadi, mengatakan dukungan anggaran diperlukan agar pengurus MABM kecamatan dapat mengikuti berbagai kegiatan, termasuk Festival Paradjek.
Selain itu, MABM meminta adanya perhatian terhadap pembangunan rumah ibadah serta infrastruktur di wilayah mereka.
Yohanes meminta masyarakat Melayu bersabar karena pemerintah daerah akan memasukkan pembangunan tersebut dalam perencanaan sesuai kemampuan keuangan daerah.
“Mudah-mudahan masyarakat Melayu bersabar. Kami di pemerintah daerah tetap mendorong ini setiap tahun,” ujar Yohanes.
(Butun)






