Pontianak, ZONA Kalbar.id –
Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Barat meningkatkan intensitas operasi terpadu udara dan darat menyusul lonjakan jumlah titik panas di berbagai wilayah. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat 116 hotspot tersebar di sejumlah kabupaten, dengan konsentrasi tertinggi di Sambas, Punggur, dan Kubu Raya.
“Meski dalam 24 jam terakhir terjadi hujan ringan hingga lebat di beberapa wilayah, namun secara umum potensi kebakaran masih tinggi. Indeks kebakaran berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar,” ujar Supriyadi, Prakirawan BMKG Supadio, dalam rapat koordinasi di Posko BPBD Provinsi Kalbar, Kamis (31/7).
Rapat dipimpin oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalbar, Novel Umar, dan diikuti lintas sektor seperti TNI-Polri, BMKG, Manggala Agni, serta awak media.
Untuk mengatasi Karhutla operasi udara diperkuat dengan pengerahan tiga helikopter water bombing dan satu pesawat modifikasi cuaca. Helikopter M18 RA-22840 tercatat sudah menjatuhkan 524 ribu liter air dalam 131 sorti. Helikopter M18 UR-VBD menurunkan 120 ribu liter air dalam 30 sorti.
Selain itu, pesawat Cessna PK-SNM akan melakukan penyemaian awan (cloud seeding) di wilayah utara dan selatan Kalimantan Barat untuk meningkatkan peluang hujan.
Pimpinan operasi menekankan prioritas pemadaman di sekitar Bandara Supadio, Bandara Singkawang, serta kawasan perbatasan. “Kami pastikan sasaran pengeboman udara bukan berada di lahan milik warga,” ujar Novel.
Sementara itu, di darat, patroli dan pemadaman aktif dilakukan oleh Satgas gabungan. Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan satu batalion untuk memperkuat operasi di titik-titik rawan seperti Pematang Tujuh, Rasau Jaya, dan Punggur Besar. Manggala Agni juga melaporkan pengerahan tim di lokasi serupa.
Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalbar dilaporkan memburuk. Meski masih berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat, akumulasi asap telah berdampak pada pernapasan warga. Namun, jarak pandang di Bandara Supadio masih berada dalam batas aman, dengan jarak minimum tercatat 3 kilometer.
BMKG memperingatkan potensi hujan disertai angin kencang pada 1–7 Agustus 2025. Arah angin dominan dari tenggara dengan kecepatan hingga 22 knot dinilai berpotensi mempercepat penyebaran api.
Menanggapi situasi tersebut, Satgas Karhutla dijadwalkan menambah satu unit helikopter patroli dan satu pesawat OMC mulai 1 Agustus mendatang.
“Meski sudah ada ruang hujan terbentuk dalam prakiraan ke depan, indeks kebakaran tetap berada pada level siaga,” kata Supriyadi. (ril)
Baca Juga: Pemadaman Karhutla Kalbar Diperkuat, Sinergi Lintas Instansi Terus Didorong








