Breaking News

Sanggau

Harga Resmi Rp3.726, PTPN IV Diduga Bayar Rp3.110

badge-check

Harga Resmi Rp3.726, PTPN IV Diduga Bayar Rp3.110 Perbesar

Sanggau, ZONA Kalbar.id — Dugaan pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di bawah harga penetapan pemerintah kembali mencuat di Kalimantan Barat. Kali ini, sorotan mengarah kepada PTPN IV Regional 5 PKS Rimba Belian, yang diduga membeli TBS dari petani dengan harga lebih rendah dari ketetapan resmi Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat.

Berdasarkan data di lapangan, harga TBS penetapan untuk tanaman sawit berumur 20 tahun tercatat sebesar Rp3.726,26 per kilogram. Namun, sejumlah petani mengaku hanya menerima pembayaran sekitar Rp3.110 per kilogram di tingkat pabrik.

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp616 per kilogram, yang dinilai berpotensi menimbulkan kerugian signifikan bagi petani, terutama bagi pekebun swadaya.

Jika dihitung dalam satu kali panen dengan tonase besar, selisih harga tersebut dapat menimbulkan potensi kerugian hingga jutaan rupiah untuk setiap petani. Dalam jangka panjang, kondisi ini dikhawatirkan menggerus pendapatan dan kesejahteraan pekebun.

Ketentuan mengenai harga pembelian TBS sebenarnya telah diatur melalui tim penetapan harga tingkat provinsi. Setiap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang bermitra dengan petani diwajibkan mengacu pada harga yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Kebijakan itu bertujuan melindungi petani dari praktik permainan harga serta menciptakan keadilan dalam rantai industri sawit.

Namun, temuan di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan aturan tersebut.

Sejumlah pihak menilai alasan seperti kualitas buah, potongan grading, hingga biaya operasional kerap dijadikan dasar penyesuaian harga. Meski demikian, mekanisme pemotongan tersebut dinilai belum sepenuhnya transparan dan sulit diverifikasi oleh petani.

“Kalau selisihnya sampai Rp600 per kilo, ini sudah bukan soal teknis lagi. Ini soal keberpihakan. Petani seperti dipaksa menerima,” kata seorang sumber dari kalangan pekebun yang enggan disebutkan namanya.

Menurut sumber tersebut, tanpa pengawasan yang ketat, pola pembelian di bawah harga penetapan berpotensi terus berulang dan menjadi praktik yang dianggap lumrah.

Desakan kini mengarah kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pabrik yang diduga tidak mengikuti harga penetapan, termasuk kemungkinan pemberian sanksi apabila ditemukan pelanggaran.

Di sisi lain, publik juga menunggu klarifikasi terbuka dari pihak perusahaan guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah petani dan masyarakat.

Persoalan ini dinilai bukan sekadar soal angka, melainkan menyangkut keadilan dan perlindungan terhadap petani sebagai pihak yang berada di hulu industri sawit.

(Butun)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Wabup Sanggau Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan! 500 Hektare Masih Diawasi

21 Sep 2026 - 20:21 WIB

Wabup Sanggau Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan! 500 Hektare Masih Diawasi

Polsek Tayan Hilir Bagikan Sembako ke Warga Terdampak Kabut Asap

21 Sep 2026 - 06:30 WIB

Polsek Tayan Hilir Bagikan Sembako ke Warga Terdampak Kabut Asap

Pemkab Sanggau Siapkan Open Bidding Tiga Jabatan Kepala OPD pada 2027

20 Sep 2026 - 21:20 WIB

Pemkab Sanggau Siapkan Open Bidding Tiga Jabatan Kepala OPD pada 2027

Hotspot Sanggau Tercatat Nol, Pemkab Tetap Waspadai Karhutla

19 Sep 2026 - 01:24 WIB

Hotspot Sanggau Tercatat Nol, Pemkab Tetap Waspadai Karhutla

Pemkab Sanggau Siapkan Kajian Pembukaan Lahan Tanpa Bakar untuk Tekan Karhutla

18 Sep 2026 - 20:48 WIB

Pemkab Sanggau Siapkan Kajian Pembukaan Lahan Tanpa Bakar untuk Tekan Karhutla
Trending di Sanggau