Jakarta, ZONA Kalbar.id – Pemerintah Kabupaten Bengkayang kembali menampilkan produk kerajinan lokal dalam pameran International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2025, yang berlangsung pada 5–9 Februari 2025 di Jakarta Convention Center (JCC). Ajang ini menjadi peluang emas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bengkayang untuk menembus pasar nasional hingga internasional.
Dalam pameran tersebut, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bengkayang memamerkan beragam produk unggulan khas daerah. Di antaranya Tikar Bidai, Tas Juah, Ragak, Tas Rotan, Iju, Bakul, hingga Batik Bengkayang Ruwe Sangkabangk dan Bapongah Bapokat. Produk-produk ini merupakan hasil kerajinan tangan masyarakat yang menggambarkan kekayaan budaya serta kearifan lokal Bengkayang.
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, S.E., M.M., didampingi Ketua Dekranasda Bengkayang Ny. Anita Sebastianus Darwis, S.E., M.M., turut hadir dalam pameran. Mereka secara langsung memperkenalkan produk-produk unggulan kepada para pengunjung, termasuk pelaku industri kreatif, kolektor, hingga delegasi dari berbagai negara.
“Partisipasi Bengkayang dalam INACRAFT 2025 adalah kesempatan besar untuk memperluas pasar kerajinan lokal. Produk-produk ini tidak hanya memiliki nilai seni tinggi, tetapi juga mengandung filosofi budaya yang kuat,” ujar Sebastianus Darwis. Jumat (7/2).
Sebagai salah satu pameran kriya terbesar di Asia Tenggara, INACRAFT 2025 menjadi ajang strategis bagi pelaku industri kreatif daerah untuk memperluas jaringan dan menjajaki peluang bisnis global. Ribuan pengunjung dari dalam dan luar negeri turut hadir, termasuk pejabat pemerintah dan perwakilan lembaga ekonomi kreatif.
Dalam kesempatan itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyambangi stan Dekranasda Bengkayang. Kehadirannya disambut langsung oleh Bupati dan Ketua Dekranasda Bengkayang. Kehadiran pejabat negara di stan ini semakin membuka peluang bagi pengrajin lokal untuk mendapat dukungan lebih luas dalam pengembangan industri kriya.
Pameran INACRAFT 2025 diharapkan menjadi katalis bagi para perajin Bengkayang untuk semakin dikenal, sekaligus memperkuat industri kreatif berbasis budaya di tingkat nasional maupun internasional. (Rinto Andreas).
Baca Berita Seputar Bengkayang: Warga Segel Kantor Desa Lomba Karya, Amid: Ada Kekecewaan yang Harus Disikapi








