Pemerintah Siapkan Solusi untuk Korban Tanah Bergerak di Semarang

Gambar Gravatar

Semarang, ZONA Kalbar.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi terdampak tanah bergerak di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu, 14 Februari 2026. Peninjauan dilakukan usai agenda kunjungan kerja di kota tersebut.

Kunjungan ini disebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan situasi darurat mengutamakan perlindungan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Di lokasi, Gibran berdialog dengan warga yang mengungsi serta meninjau kondisi permukiman yang terdampak pergerakan tanah. Ia menegaskan, keselamatan warga harus menjadi prioritas.

“Yang paling penting keselamatan nomor satu. Kemarin tidak ada korban, tidak ada yang luka-luka, itu yang paling utama,” kata Gibran. Ia mengingatkan warga tetap waspada, terutama karena terdapat anak-anak dan bayi di area terdampak.

Menurut laporan sementara, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah rumah mengalami kerusakan akibat tanah yang bergeser setelah hujan deras mengguyur kawasan itu dalam beberapa waktu terakhir.

Selain meninjau kondisi fisik wilayah, Gibran mengecek kesiapan posko pengungsian. Ia meminta aparat kelurahan dan kecamatan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, termasuk makanan dan layanan kesehatan.

“Pastikan di pengungsian makan tiga kali sehari. Harus ada posko kesehatan juga. Jangan sampai ada yang sakit,” ujarnya kepada lurah dan camat setempat.

Ia juga mengingatkan musim hujan belum berakhir sehingga potensi pergerakan tanah masih terbuka. Warga diminta tetap berada di lokasi aman dan tidak kembali ke rumah sebelum ada kepastian kondisi tanah stabil.

Terkait kemungkinan relokasi, Gibran mengatakan pemerintah daerah akan merumuskan langkah lanjutan. “Untuk relokasi dan langkah selanjutnya, nanti segera dicarikan solusi oleh Pak Gubernur dan Bu Wali Kota. Mohon jangan bolak-balik ke rumah lama,” katanya.

Salah satu warga terdampak, Supriyadi, mengatakan rumahnya mulai bergeser sekitar dua pekan lalu setelah hujan turun hampir tanpa jeda. Bangunan tersebut akhirnya roboh dan ia bersama keluarga mengungsi di musala terdekat.

Meski kehilangan tempat tinggal, ia mengaku aktivitas keluarga masih berjalan. Anak-anaknya tetap bersekolah, sementara ia masih bekerja sebagai teknisi servis pendingin udara lepas.

Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan sejumlah wilayah di Semarang terhadap pergerakan tanah saat musim hujan, sekaligus menjadi ujian bagi kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam mitigasi bencana.

(Ariya)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Pos terkait

Iklan ZONA Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *