PONTIANAK, ZONA Kalbar.id — Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menilai keterlibatan media massa krusial dalam menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut. Sepanjang 2025, tercatat 1.378 kasus kecelakaan dengan 421 korban meninggal dunia angka yang dinilai masih mengkhawatirkan.
Untuk merespons situasi itu, Polda Kalbar mulai menggelar Operasi Keselamatan Kapuas 2026 yang berlangsung selama 14 hari, sejak 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini difokuskan pada upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas yang berisiko menimbulkan fatalitas, terutama menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan, keselamatan berlalu lintas tidak bisa dipandang sebatas kepatuhan terhadap aturan, melainkan sebagai kebutuhan mendasar masyarakat. Menurut dia, setiap pelanggaran di jalan raya berpotensi berujung pada hilangnya nyawa.
“Data kecelakaan bukan sekadar angka. Di baliknya ada korban dan keluarga yang terdampak. Operasi ini diarahkan untuk menekan risiko kecelakaan sejak dini, sebelum memasuki periode lalu lintas padat,” kata Bambang, Senin, 2 Februari 2026.
Secara operasional, Polda Kalbar mengerahkan 765 personel yang tersebar di seluruh wilayah hukum. Kepala Bagian Pembinaan Operasi Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar, AKBP Ricky, menjelaskan bahwa operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif, namun tetap disertai penegakan hukum terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan.
Petugas akan menindak penggunaan knalpot tidak standar, pelat nomor yang tidak sesuai ketentuan, kendaraan dengan dimensi berlebih, hingga penyalahgunaan sirene dan rotator oleh kendaraan pribadi. Penggunaan kendaraan yang tidak sesuai peruntukan juga menjadi sasaran pengawasan.
“Kami mengedepankan edukasi, tetapi pelanggaran yang berisiko tinggi tetap akan ditindak secara tegas, profesional, dan humanis,” ujar Ricky.
Polda Kalbar juga mendorong media massa berperan aktif menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas secara kritis dan mudah dipahami publik. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, sebelum memasuki momentum Idul Fitri yang kerap diiringi lonjakan kecelakaan di jalan raya.
(ril)








