Sanggau, ZONA Kalbar.id — Sebanyak 14 pasangan calon pengantin mengikuti Kursus Persiapan Perkawinan Katolik di Aula Santo Rasul Paulus Mukok, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan itu digelar sebagai upaya membangun ketahanan keluarga sekaligus mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Kursus yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menghadirkan jajaran Polsek Mukok dan pihak Gereja Santo Rasul Paulus Mukok sebagai pemateri. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai kesiapan mental, spiritual, serta pemahaman membangun hubungan keluarga yang harmonis.
Ps. Kanit Binmas Polsek Mukok, AIPTU Libertus, dalam kesempatan itu menyampaikan materi terkait pencegahan KDRT, pentingnya komunikasi dalam keluarga, hingga cara menyelesaikan persoalan rumah tangga secara bijak.
Sementara itu, Pastor Paroki Santo Rasul Paulus Mukok, Petrus Sumardi, memberikan pembekalan rohani kepada peserta. Ia menekankan pentingnya kedewasaan dan tanggung jawab pasangan dalam menjalani kehidupan berkeluarga.
Kapolsek Mukok AKP Ambril mengatakan keterlibatan kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif untuk menekan potensi konflik keluarga di masyarakat.
“Keluarga merupakan fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, pasangan calon suami istri perlu memiliki pemahaman yang baik tentang tanggung jawab, komunikasi, dan penyelesaian masalah dalam rumah tangga,” kata Ambril.
Menurut dia, edukasi mengenai KDRT penting diberikan sejak sebelum pernikahan agar pasangan memahami hak dan kewajiban masing-masing serta mampu membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai.
Ia juga menilai pendekatan melalui kegiatan keagamaan menjadi salah satu cara efektif memperkuat nilai moral dan sosial di tengah masyarakat. Dengan kesiapan mental dan rohani yang matang, pasangan diharapkan mampu menghadapi tantangan rumah tangga secara dewasa.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian pembekalan. Selain menerima materi teori, mereka juga diajak memahami pentingnya menjaga komunikasi, saling menghormati, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik dalam keluarga.
Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan penuh kekeluargaan. Polisi berharap para peserta dapat membangun rumah tangga yang harmonis dan menjadi teladan di lingkungan masyarakat.
(Butun)
