Niat Merantau, Berakhir Terlantar di Sanggau Kisah Aji Bikin Miris

Niat Merantau, Berakhir Terlantar di Sanggau Kisah Aji Bikin Miris

Sanggau, ZONA Kalbar.id — Seorang pemuda asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berinisial Aji (18), difasilitasi pemulangannya oleh jajaran Polsek Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, setelah diduga mengalami penelantaran dan eksploitasi dalam perjalanan mencari kerja ke Kalimantan.

Kapolsek Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu mengatakan, Aji awalnya berangkat dari kampung halamannya menuju Kalimantan Tengah bersama seorang rekannya. Namun, dalam perjalanan, korban justru diturunkan di wilayah Ngabang, Kabupaten Landak, dan diminta bekerja sebagai juru parkir.

“Dari keterangan korban, hasil kerjanya diduga diambil oleh oknum setempat,” ujar Arnold, Rabu (1/4).

Perjalanan Aji berlanjut hingga ke wilayah Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Namun setibanya di Dusun Mangkup, Desa Teraju, korban kembali ditinggalkan oleh rekannya. Telepon genggam milik Aji juga dibawa, sehingga ia tidak memiliki alat komunikasi maupun biaya untuk melanjutkan perjalanan.

Dalam kondisi terlantar, Aji ditemukan oleh Kepala Wilayah Mangkup, Henrico, yang kemudian membawanya ke Polsek Toba untuk mendapatkan perlindungan.

Polisi kemudian melakukan pendataan dan meminta keterangan dari korban. Pihak kepolisian juga menghubungi keluarga Aji di Pati guna memastikan identitas serta mengupayakan pemulangan.

Karena tidak memiliki biaya, Polsek Toba meminta keluarga mengirimkan dokumen Kartu Keluarga sebagai syarat administrasi. Selama proses itu, Aji berada di Mapolsek Toba selama dua hari dalam pengawasan petugas.

Arnold menegaskan, penanganan kasus tersebut mengedepankan pendekatan kemanusiaan. “Kehadiran Polri tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memberikan perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata dia.

Polsek Toba juga berkoordinasi dengan KP3L serta Dinas Sosial di Pontianak untuk memfasilitasi pemulangan korban. Koordinasi tersebut dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Toba Aipda Eko Budi Ermanto.

Menurut Arnold, langkah ini penting untuk memastikan korban dapat kembali dengan aman ke keluarganya sekaligus mencegah kejadian serupa. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas, terutama yang melibatkan perjalanan antardaerah tanpa jaminan resmi.

Kasus ini kembali menyoroti kerentanan pencari kerja muda terhadap praktik penelantaran dan dugaan eksploitasi di jalur mobilitas antarwilayah.

(Butun)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *