Mempawah, ZONA Kalbar.id — SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2025. Capaian ini menempatkan sekolah tersebut dalam jajaran satuan pendidikan yang dinilai konsisten membangun budaya peduli lingkungan di Indonesia.
Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat, Susanto, menilai penghargaan tersebut bukan tujuan akhir. Menurut dia, predikat Adiwiyata justru menjadi titik awal untuk memastikan program lingkungan berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti pada penilaian administratif.
“Penghargaan Adiwiyata Nasional adalah pijakan untuk memperkuat kesadaran lingkungan di sekolah. Tantangannya justru bagaimana menjaga konsistensi melalui program nyata yang berkelanjutan,” kata Susanto, Sabtu (20/12/2025).
Susanto mengakui kontribusi LDII Kalbar dalam mendukung SMKN 1 Mempawah Hilir masih terbatas. Namun, kerja sama melalui Gerakan Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPHLS) dinilainya menjadi modal awal membangun gerak bersama dalam mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan.
Ia menekankan, gerakan peduli lingkungan tidak boleh berhenti pada seremoni atau sekadar memenuhi indikator penilaian. Nilai kepedulian lingkungan, kata dia, harus melekat dalam aktivitas keseharian warga sekolah.
“Karakter peduli lingkungan tidak bisa dibentuk lewat acara simbolik. Harus ada aksi nyata yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh ekosistem sekolah,” ujarnya.
LDII Kalbar juga mendorong penguatan program Adiwiyata melalui inovasi, edukasi berkelanjutan, serta pelibatan aktif peserta didik. Sekolah, menurut Susanto, memiliki peran strategis sebagai ruang lahirnya generasi pionir gerakan lingkungan.
“Sekolah adalah tempat paling efektif menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Dari sanalah kesadaran pembangunan berkelanjutan bisa tumbuh,” kata dia.
Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025 diberikan Kementerian Lingkungan Hidup kepada 721 sekolah di seluruh Indonesia. Dari Kalimantan Barat, hanya tujuh sekolah yang berhasil meraih predikat tersebut, termasuk SMKN 1 Mempawah Hilir.
Capaian itu diharapkan menjadi pemicu bagi sekolah-sekolah lain di Kalimantan Barat untuk mengembangkan pendidikan berwawasan lingkungan, sekaligus memperkuat peran dunia pendidikan dalam menjaga kelestarian alam.
(ril)








