Kronologi Pedagang Sayur Bengkayang yang Hilang hingga Ditemukan Tewas

Gambar Gravatar
FB IMG 1765581397313
Spread the love

Bengkayang, ZONA Kalbar.id— Seorang pria berinisial I alias Pak Aceh, 55 tahun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon akasia di area pemakaman Tionghoa, Jalan Sanggau Ledo, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kalimantan Barat, Jumat, 12 Desember 2025. Korban diketahui berprofesi sebagai pedagang sayur dan sembako yang tinggal di ruko miliknya tak jauh dari lokasi penemuan.

Penemuan jenazah itu menggegerkan warga sekitar. Seorang warga yang melintas di kawasan pemakaman melihat tubuh korban tergantung dan segera melaporkannya ke polisi. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat pada Rabu dini hari, 10 Desember 2025. Dua karyawan tokonya menyebut korban meninggalkan ruko hanya membawa telepon genggam tanpa dompet maupun dokumen pribadi. Sejak saat itu, korban tak kembali.

Istri korban yang berada di Sumatra sempat meminta kerabatnya di Bengkayang untuk mengecek keberadaan korban. Setelah dipastikan tidak berada di ruko, keluarga melaporkan peristiwa tersebut sebagai orang hilang ke Polsek Bengkayang pada Kamis pagi, 11 Desember 2025.

Pencarian keluarga dan warga berakhir sehari kemudian, ketika korban ditemukan tergantung di belakang ruko yang berdekatan dengan kompleks pemakaman Tionghoa.

Mendapat laporan, aparat kepolisian dari Satreskrim, Satsamapta, Pamapta, dan Polsek Bengkayang mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Drs. Yakobus Luna, M.Si. guna menjalani pemeriksaan medis.

Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab melalui Kapolsek Bengkayang AKP Slamet Widodo membenarkan penemuan tersebut. Menurut Slamet, kepolisian masih mendalami penyebab kematian korban.

“Benar, telah ditemukan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tergantung. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari saksi serta keluarga korban,” kata Slamet.

Ia menambahkan, hasil visum dan pemeriksaan medis akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan apakah terdapat unsur lain dalam peristiwa ini atau murni bunuh diri. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum proses penyelidikan selesai.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta pendalaman lanjutan terhadap keterangan saksi dan pihak keluarga.

(*)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Pos terkait

Iklan ZONA Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *